Translate

Selasa, 31 Juli 2018


Sindrom Down 

Sindrom Down adalah gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Sindrom Down tidak bisa disembuhkan, namun dengan dukungan dan perhatian yang maksimal, anak-anak dengan sindrom Down bisa tumbuh dengan bahagia.

Gejala Sindrom Down

Gejala sindrom Down pada anak-anak adalah memiliki beberapa ciri fisik yang mirip, namun mereka tidak sama persis karena ada faktor keturunan dari orang tua dan keluarga masing-masing.
Anak-anak dengan sindrom Down membutuhkan bimbingan seperti anak normal lainnya atau bahkan lebih. Perkembangan mereka dalam berbagai aspek memerlukan waktu, dan mereka akan menjalaninya bertahap, sesuai dengan kemampuan mereka.

Penyebab Sindrom Down

Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yakni masing-masing 23 kromosom dari ayah dan ibu, namun kebanyakan orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom. Perkembangan tubuh dan kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau tidak normal, dan itulah yang menjadi penyebab sindrom Down.
Banyak yang menganggap bahwa sindrom ini hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal kelainan dalam proses perkembangan telur, sperma dan embrio merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kondisi ini.
Para ahli tidak tahu penyebab kelainan genetika yang terjadi pada penderita sindrom Down, namun ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan sindrom Down, di antaranya:
  • Jika Anda telah memiliki bayi lain dengan sindrom Down.
  • Jika Anda memiliki adik atau kakak dengan sindrom Down.
  • Jika wanita hamil di usia 35 tahun ke atas.
Dibutuhkan peran aktif seluruh anggota keluarga untuk membantu penderita sindrom Down agar mendapatkan kehidupan senormal mungkin karena sindrom Down tidak bisa disembuhkan.

Keluarga dengan anak Sindrom Down

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika anak Anda menderita sindrom Down, di antaranya adalah:
  • Mengikuti grup atau organisasi edukasi dan dukungan agar dapat bertukar informasi untuk membantu para orang tua, keluarga, dan teman.
  • Memiliki dan menjalani kehidupan keluarga yang normal, serta keahlian mengasuh yang baik.
  • Memiliki akses perawatan kesehatan yang baik, termasuk menemui beberapa spesialis berbeda sesuai kebutuhan.
  • Mengikuti berbagai program yang mendukung bagi anak-anak penderita sindrom Down dan orang tua.
Ada dampak emosional yang pasti dirasakan oleh orang tua saat mengetahui anaknya menderita sindrom Down, seperti merasa sedih, bingung, dan takut. Orang tua sebaiknya mencari tahu lebih banyak tentang kondisi ini dan bicara dengan pihak medis profesional  dan orang tua lain untuk berbagi pengalaman agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan dampak kehidupan yang mungkin mereka alami.
Orang tua harus menemukan keseimbangan dalam mengasuh, tidak harus selalu melakukan kegiatan yang mendidik, namun bisa juga melakukan kegiatan dalam bentuk rekreasi atau bersenang-senang dengan keluarga.
Ingat, bahwa Anda tidak sendiri dalam situasi yang Anda hadapi ini. Anda bisa berbagi informasi dan pengalaman dengan keluarga lain atau asosiasi sindrom Down seperti Ikatan Sindroma Down Indonesia.

Orang Dewasa dengan Sindrom Down

Banyak orang dewasa dengan sindrom Down dapat menjalani kehidupan yang aktif dan mandiri dengan bantuan dan dukungan. Dan tidak sedikit dari mereka yang mengejar pendidikan lebih tinggi. Bahkan beberapa orang dengan sindrom Down mendapatkan pekerjaan, biasanya paruh waktu.
Banyak orang dengan sindrom Down juga memiliki hubungan asmara, namun mereka memerlukan bimbingan dan dukungan jika menyangkut hal seperti kontrasepsi.
Penderita sindrom Down cenderung memiliki tingkat kesuburan lebih rendah. Meski sulit, bukan berarti mereka tidak bisa memiliki anak. Wanita dengan sindrom Down memiliki risiko keguguran dan lahir prematur lebih besar. Jika salah satu dari ayah atau ibu memiliki sindrom Down, risiko anaknya mengalami hal yang serupa adalah sekitar 50 persen.
Masih sulit untuk menghitung risiko anak terkena sindrom Down jika kedua orang tuanya adalah penderita karena hal ini masih sangat jarang terjadi.
Bimbingan dan dukungan spesialis diperlukan bagi mereka yang memutuskan untuk memiliki anak dalam mengatasi tuntutan fisik dan mental dari bayi yang akan lahir nantinya.
Selain itu, penderita sindrom Down harus aktif memeriksakan kondisinya ke dokter guna memantau potensi masalah yang mungkin terjadi dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Fisioterapi


Fisioterapi merupakan ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.778 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan, fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi. Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga khusus, penguluran dan bermacam-macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan–latihan fisioterapi.

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal, yang terdiri dari upaya-upaya:
a.Peningkatan dan pencegahan (promotif dan preventif), Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada pusat kebugaran, pusat kesehatan kerja, sekolah, kantor, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga, tempat kerja/industri dan pada pusat-pusat pelayanan umum.
b.Penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif), pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada rumah sakit, rumah perawatan, panti asuhan, pusat rehabilitasi, tempat praktik, klinik privat, klinik rawat jalan, puskesmas, rumah tempat tinggal, pusat pendidikan dan penelitian.

Berdasarkan ruang lingkup pelayanan fisioterapi dan tuntutan kebutuhan masyarakat, dibagi menjadi:
a.Fisioterapi Kesehatan Wanita
b.Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak
c.Fisioterapi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
d.Fisioterapi Usia Lanjut
e.Fisioterapi Olahraga
f.Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
g.Fisioterapi Pelayanan Medik: pengembangan pelayanan fisioterapi pelayanan medik didasari pada spesifikasi problem kesehatan pasien, seperti fisioterapi Muskuloskeletal (penyembuhan dan pemulihan gangguan anggota gerak tubuh terdiri dari otot, tulang, sendi, jaringan ikat), Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan jantung, pembuluh darah, dan paru), Fisioterapi Neuromuskular (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi), Fisioterapi Integument (penyembuhan dan pemulihan pada kecacatan fisik dan kulit).

Fisioterapi dalam melaksanakan praktik fisioterapi berwenang untuk melakukan:
a.Asesment Fisioterapi;
b.Diagnosa Fisioterapi;
c.Perencanaan Fisioterapi;
d.Intervensi Fisioterapi;
e.Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen.
Fisioterapi dapat melaksanakan praktik Fisioterapi pada saranan kesehatan, praktik perseorangan dan/atau berkelompok. Fisioterapi dalam melakukan praktik Fisioterapi dapat menerima pasien/klien dengan atau tanpa rujukan.

MODALITAS DAN PERALATAN FISIOTERAPI

Prinsip peralatan fisioterapi ini adalah terapi panas penetrasi dalam menggunakan gelombang elektromagnetik.Tujuan pemberian terapi ini adalah untuk memperlancar peredaran darah dengan efek vasodilatasi, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak serta mempercepat penyembuhan peradangan. Pemanasan dengan alat ini bisa digunakan untuk kondisi yang memerlukan pengurangan rasa nyeri yang disertai ketegangan otot, juga sebagai tindakan persiapan untuk relaksasi otot sebelum dilakukan terapi latihan maupun traksi. Alat ini juga sering digunakan untuk kondisi peradangan sub akut maupun kronis guna mempercepat proses penyembuhan luka dan reabsorbsi cairan. 

Infra merah
Prinsip alat ini menggunakan manfaat sinar infra merah untuk dapat digunakan dalam pengurangan nyeri serta relaksasi otot pada kondisi musculoskeletal yang memerlukan latihan. Tindakan pemanasan dipakai hanya untuk tindakan awal sebelum dilakukan latihan. Alat ini  penetrasinya tidak terlalu dalam, sehingga efek pengurangan nyeri tidak begitu efektif dibandingkan dengan diathermy, walupun begitu efek sedative dari sinar ini cukup bisa membantu memberikan efek nyaman pada penderita rematik.

Ultra Sound
Terapi dengan menggunakan gelombang suara tinggi dengan frekwensi 1 atau 3 MHZ. Prinsip alat ini adalah menggunakan energi mekanik, dalam hal ini energi gelombang suara  untuk membuat peradangan baru di sekitar jaringan yang mengalami peradangan, sehingga tubuh terstimulasi secara fisiologis memperbaiki sendiri jaringan yang mengalami kerusakan.  Alat ini dapat digunakan untuk kondisi peradangan pada  jaringan lunak (tendon, ligament, bursa maupun fascia), myalgia maupun spasme otot lokal. Pemberian terapi ini bisa dikombinasi dengan topical treatment, misal kalium diklofenak gel, diharapkan dengan alat ini proses pemberian topical treatment bisa lebih tepat sasaran ke dalam daerah yang mengalami proses peradangan.

Orthotraction
Prinsip alat ini menggunakan energi mekanik berupa tarikan yang terukur baik secara continue maupun intermitten guna meregangkan ruas antar tulang belakang yang mengalami penyempitan. Alat ini merupakan tindakan konservatif untuk kasus-kasus penjepitan syaraf spinalis baik di daerah lumbal maupun cervical. Dengan pemberian traksi pada ruas tulang belakang diharapkan syaraf spinalis yang terjepit baik pada kasus HNP mupun pengapuran bisa terlepas, biasanya alat ini 1 paket dengan tindakan pemanasan diathermy. Secara teori alat ini bisa melepaskan penjepitan syaraf tulang belakang, tetapi untuk kasus osteoporosis alat ini tidak dianjurkan.

Electrical Stimulation 
Peralatan ini menggunakan energi listrik yang mempunyai frekwensi tertentu sehingga dapat merangsang otot yang mengalami kelemahan atau paralysis. Peralatan ini digunakan untuk kelainan syaraf tepi yang disertai kelemahan otot ( bell's palsy, drop hand). Stimulasi listrik yang sering disebut faradisasi ini digunakan untuk menggerakkan otot perpoint melalui titik penggerak di suatu otot (motor point), sehingga kondisi otot dapat dijaga kekuatannya selain itu otot juga tidak mengalami atropi. Pemberian stimulasi listrik ini biasanya 1 paket dengn terapi latihan (home program) secara aktif oleh pasien sendiri. 

TENS dan Interferential Terapi
Transcutaneus Electrical nerve stimulation (TENS) merupakan suatu cara penggunaan energi listrik guna merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri. Prinsip alat ini adalah blokade nyeri baik di tingkat spinal maupun pusat dengan memberikan rangsangan listrik, sehingga tubuh mampu mengeluarkan zat-zat endorphine untuk pengurangan nyeri. Tujuan pemberian TENS memelihara fisiologis otot dan mencegah atrofi otot, re-edukasi fungsi otot, modulasi nyeri tingkat sensorik, spinal dan supraspinal, menambah Range Of Motion (ROM) / mengulur tendon, memperlancar peredaran darah dan memperlancar resorbsi oedema.

PARAFIN BATH

pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.Preliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi, massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.

Terapi pada bagian superfisial tubuh dengan panas sangat baik untuk mereduksi nyeri dan kekakuan, untuk menghindari sapsme otot, meningkatkan range of motion sendi, serta mempercepat proses penyembuhan dengan cara meningkatkan aliran darah sehingga peredaran darah menjadi lancar dan kebutuhan nutrisi pada jaringan yang berkaitan terpenuhi.
Traksi
Tujuan dari traksi adalah untuk menangani dislokasim atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat sejumlah 

Kamis, 26 Juli 2018


Stroke 

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan darah oleh karena gangguan aliran darah oleh karena subatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak, sehingga menyebabka sel sel di otak kekurangan darah, oksigen atau zat zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel sel tersebut dalam waktu singkat. Stroke merupakan penyakit saraf yang paling sering dijumpai.
Dampaknya adalah fungsi kontrol bagian tubuh oleh daerah otak yang terkena stroke itu akan hilang atau mengalami gangguan dan mengkakibatkan kematian. Berat aau ringannya akaibat stroke itu sangat bervariasi, tergantung pada lokasi dan daerah otak yang rusak. Bila aliran darah yang terputus hanya pada area yang kecil atau terjadi pada daerah otak yang tidak rawan efeknya ringan dan berlangsung sementara. Sebaliknya, bila aliran darah yang terputus pada daerah yang luas atau pada bagian otak yang vital, terjadi kelumpuhan yang parah samai pada kematian.
Mengingat Stroke merupakan salah satu masalah bagi negara berkembang. Khususnya di indonesia saat ini masalah ini terjadi cukup banyak. Pada saat ini stroke tidak hanya terjadi pada kalangan orang usia lanjut juga pada kalngan muda mudi.
Rendahnya kesadaraan masyarakat Indonesia pada penyakit Stroke ini masih kurang.  Mengakibatkan jumlah penderita Stroke dari tahun ketahun kian bertambah. Penyakit ini merupakan penyebab kematian ke 3 tertinggi setelah jantung dan kanker. 
Penyakit stroke yang banyak dijumpai ialah stroke iskemik penyebabnya adalah penyumbatan aliran darah. Penyumbataan ini terjadi karena timbulnya lemak yang menggandung kolesterol.
Berbagai kelainan dan penyakit di antaranya dikenal sebagai faktor resiko stroke menyertai penderita pada saat serangan, salah satunya itu hipertensi

Gejala stroke yang dapat dikenali


Ada beberapa gejala yang dapat perhatikan, untuk memudahkannya biasanya disebut dengan “FAST“:
F:  Face (wajah), caranya dengan menundukkan wajah Anda, cobalah untuk tersenyum. Jika Anda tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut, maka mungkin ada sesuatu yang salah.
A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan Anda jatuh lunglai ke bawah, maka Anda perlu waspada.
S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara, ucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka Anda harus segera menganalisis gejala lainnya.
T: Time (waktu), Jika semua gejala itu Anda alami, maka jangan buang waktu lagi, segera pergi ke dokter!

 Beberapa hal yang perlu diketahui antara lain :

Secara umum kondisi pasien pasca stroke sering sekali mengalami masalah pada kestabilan emosional karena adanya perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas. Hal ini harus anda sadari sehingga tetap untuk melakukan pendekatan kooperatif. Penanganan dini yang tepat akan mengurangi tekanan psikologis tersebut.
Seorang pasien stroke selalu merasa putus asa karena pasien merasa kelumpuhan seakan-akan pasti tdk dapat dipulihkan lagi. Berikan keyakinan kalau potensi untuk sembuh selalu ada.
Motivasi pasien mungkin akan menjadi lebih meningkat jika pasien dapat merasakan adanya perubahan yang positif setiap diberikan tindakan, karena yang paling tahu tentang peningkatan kemampuan gerak adalah pasien sendiri. Untuk itu terapi yang diberikan haruslah tepat.
Pada pasien pasca stroke yang mengalami kelemahan biasanya hanya pada daerah lengan dan tungkai sementara untuk tubuh tidak mengalami kelemahan atau tidak selayu anggota geraknya. Biasanya pasien mampu duduk dengan tegap. Banyak yang mengkondisikan tubuhnya ikut lemah padahal harusnya pasien bisa melakukan aktivitas duduk.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan (Jika kondisi umum stabil), antara lain :
Hindari posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otot-otot postur tidak bekerja dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot. Cobalah denga posisi duduk atau minimal posisi tidur miring.

Berikan posisi tidur miring dengan cara (bagi insan stroke yang mengalami kelumpuhan pada sisi kiri) :

Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan pada lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang

Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kiri  lurus dan geser tulang belikat agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang.
Berikan perubahan posisi setiap 1 jam.


Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.


Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.


Asma ditandai dengan adanya episode berulang dari mengisesak napas, dada terasa berat, dan batuk.Dahak bisa saja terbentuk di paru-paru karena batuk tetapi sulit untuk dikeluarkan. Selama masa penyembuhan setelah serangan mungkin terbentuk apa yang disebut mirip nanah yang disebabkan oleh tingginya kandungan sel darah putih yang disebut eosinofil Gejala biasanya memburuk pada waktu malam atau pagi hari atau sebagai respons terhadap kegiatan olahraga atau udara dingin Pada sejumlah penderita asma ada yang jarang menunjukkan gejala, sebagai respons terhadap pemicu, sedangkan sejumlah penderita asma yang lain mungkin menunjukkan gejala yang nyata dan persisten.



Pada umumnya untuk kasus batuk pilek atau asma yang ringan hanya dibutuhkan 1-2 kali fisioterapi tapi untuk kasus yang berat bisa dibutuhkan sampai 7 kali, bahkan lebih. Jika penderita sering mengalami asma, katakanlah hampir 3 bulan sekali atau sering kambuh tiba-tiba, terbayang kan harus berapa kali fisioterapi dilakukan. Begitu pula pengeluaran tenaga, waktu, dan uang karena anak dan pendampingnya harus bolak-balik ke rumah sakit. Penghematan terhadap pengeluaran-pengeluaran tersebut sangat bisa dilakukan jika orang tua mengerti teknik fisioterapi untuk kemudian mempraktikkannya di rumah. Memang ada alat yang dibutuhkan dalam fisioterapi ini, yaitu nebulizer yang harganya relatif (berkisar 800 ribu rupiah ke atas). Namun kalau dihitung-hitung, boleh jadi harga tersebut jatuhnya lebih murah dibanding total biaya yang dikeluarkan jika harus mondar-mandir ke rumah sakit.

Manfaat fisioterapi bukan hanya meringankan batuk pilek karena infeksi saja, tapi juga gangguan pernapasan akibat asma atau pilek karena alergi. Namun fisioterapi di rumah harus dijadikan satu paket dengan kunjungan ke dokter. Maksudnya, tetap harus diingat bahwa tujuan fisioterapi adalah memperingan gejalasementara pengo fisioterapis profesional, misalnya untuk mengeluarkan lendir setelah proses inhalasi dengan nebulizer batan tetap harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter. Fisioterapi di rumah dapat dilakukan pada semua orang, tanpa pandang umur, dari bayi hingga dewasa. Hanya saja untuk melakukan fisioterapi pada bayi, orang tua umumnya tidak memiliki rasa percaya diri. Wajar saja, karena tubuhnya masih begitu mungil. Apalagi memang ada beberapa teknik fisioterapi untuk bayi yang hanya bisa dilakukan.Kondisi yang mengizinkan fisioterapi:

Dokter menyarankan anak menjalani fisioterapi.
Asma ringan (tidak disertai demam dan lamanya belum lebih dari 7 hari)


Syarat fisioterapi

Sebelumnya, anak sudah banyak minum air putih.
Pakaian yang dikenakan harus longgar. Ruangan yang dipakai tidak banyak berdebu, tidak lembap, Ventilasi udara baik.

Tersedia perlengkapan yang dibutuhkan:
1. Bantal
2. Tempat tidur dan kursi
3. Alat nebulizer

Tahapan fisioterapi
1. Inhalasi
Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Alat terapi inhalasi bermacam-macam. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer). Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan nebulizer dengan menggunakan masker. Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau menghancurkan lendir. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Dosis obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum seperti tablet atau sirup. Ya, karena dengan inhalasi obat langsung mencapai sasaran. Bila tujuannya untuk mengencerkan lendir/sekret di paru-paru, obat itu akan langsung menuju ke sana.

2. Latihan batuk
Batuk merupakan cara efektif dan efisien untuk mengeluarkan lendir di saluran pernapasan. Agar batuk jadi efektif maka perlu diberikan latihan batuk. Namun latihan ini hanya bisa dilakukan pada penderita yang sudah bisa diajak sedikit bekerja sama (kooperatif) atau mulai di usia batita. Untuk bayi, teknik batuk pada fisioterapi di rumah biasanya ditiadakan. Bayi biasanya mengeluarkan lendir dengan cara memuntahkannya. Adapun latihan batuk yang bisa dilakukan adalah: Anak duduk dengan agak membungkuk. Minta ia menarik napas dalam-dalam lalu tahan dan kontraksikan otot perut. Tiup napas lebih kuat dan batukkan.

3. Latihan pernapasan (Breathing exercise)
Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asma.(Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien). Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asma. Latihan pernapasan utama bagi penderita asma adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan yakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung. Latihan ini bisa dilakukan pada anak yang kooperatif, sekitar usia 3 tahun ke atas. Sebetulnya, yang paling banyak digunakan dalam latihan ini adalah otot-otot dada bagian bawah atau diafragma. Latihan pernapasan pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan mainan semisal boneka.Berikut caranya:

Anak dalam posisi telentang.Taruh mainan boneka di atas perutnya. Minta anak untuk menarik napas sehingga boneka tersebut bergerak naik.Kemudian tiupkan udara lewat mulut sehingga bonekanya bergerak turun. Lakukan sebanyak 4-8 kali.


Relaksasi
Khusus bagi penderita asma, maka perlu pula diajarkan cara-cara relaksasi untuk meredakan rasa sesaknya.Posisi tersebut antara lain:

Bila dalam keadaan berdiri, posisi relaksasi yang disarankan yaitu tubuh bersandar ke dinding belakang atau bertumpu ke depan dan kepala condong ke depan sehingga napasnya tidak terengah-engah dan otot diafragmanya lebih banyak berfungsi.Bila dalam posisi duduk, taruh bantal di perutnya kemudian minta ia memeluk bantal itu dengan posisi seperti bersujud. Adanya gaya berat ini dapat membantu pernapasannya.Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.