Translate

Kamis, 26 Juli 2018


Stroke 

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan darah oleh karena gangguan aliran darah oleh karena subatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak, sehingga menyebabka sel sel di otak kekurangan darah, oksigen atau zat zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel sel tersebut dalam waktu singkat. Stroke merupakan penyakit saraf yang paling sering dijumpai.
Dampaknya adalah fungsi kontrol bagian tubuh oleh daerah otak yang terkena stroke itu akan hilang atau mengalami gangguan dan mengkakibatkan kematian. Berat aau ringannya akaibat stroke itu sangat bervariasi, tergantung pada lokasi dan daerah otak yang rusak. Bila aliran darah yang terputus hanya pada area yang kecil atau terjadi pada daerah otak yang tidak rawan efeknya ringan dan berlangsung sementara. Sebaliknya, bila aliran darah yang terputus pada daerah yang luas atau pada bagian otak yang vital, terjadi kelumpuhan yang parah samai pada kematian.
Mengingat Stroke merupakan salah satu masalah bagi negara berkembang. Khususnya di indonesia saat ini masalah ini terjadi cukup banyak. Pada saat ini stroke tidak hanya terjadi pada kalangan orang usia lanjut juga pada kalngan muda mudi.
Rendahnya kesadaraan masyarakat Indonesia pada penyakit Stroke ini masih kurang.  Mengakibatkan jumlah penderita Stroke dari tahun ketahun kian bertambah. Penyakit ini merupakan penyebab kematian ke 3 tertinggi setelah jantung dan kanker. 
Penyakit stroke yang banyak dijumpai ialah stroke iskemik penyebabnya adalah penyumbatan aliran darah. Penyumbataan ini terjadi karena timbulnya lemak yang menggandung kolesterol.
Berbagai kelainan dan penyakit di antaranya dikenal sebagai faktor resiko stroke menyertai penderita pada saat serangan, salah satunya itu hipertensi

Gejala stroke yang dapat dikenali


Ada beberapa gejala yang dapat perhatikan, untuk memudahkannya biasanya disebut dengan “FAST“:
F:  Face (wajah), caranya dengan menundukkan wajah Anda, cobalah untuk tersenyum. Jika Anda tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut, maka mungkin ada sesuatu yang salah.
A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan Anda jatuh lunglai ke bawah, maka Anda perlu waspada.
S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara, ucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka Anda harus segera menganalisis gejala lainnya.
T: Time (waktu), Jika semua gejala itu Anda alami, maka jangan buang waktu lagi, segera pergi ke dokter!

 Beberapa hal yang perlu diketahui antara lain :

Secara umum kondisi pasien pasca stroke sering sekali mengalami masalah pada kestabilan emosional karena adanya perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas. Hal ini harus anda sadari sehingga tetap untuk melakukan pendekatan kooperatif. Penanganan dini yang tepat akan mengurangi tekanan psikologis tersebut.
Seorang pasien stroke selalu merasa putus asa karena pasien merasa kelumpuhan seakan-akan pasti tdk dapat dipulihkan lagi. Berikan keyakinan kalau potensi untuk sembuh selalu ada.
Motivasi pasien mungkin akan menjadi lebih meningkat jika pasien dapat merasakan adanya perubahan yang positif setiap diberikan tindakan, karena yang paling tahu tentang peningkatan kemampuan gerak adalah pasien sendiri. Untuk itu terapi yang diberikan haruslah tepat.
Pada pasien pasca stroke yang mengalami kelemahan biasanya hanya pada daerah lengan dan tungkai sementara untuk tubuh tidak mengalami kelemahan atau tidak selayu anggota geraknya. Biasanya pasien mampu duduk dengan tegap. Banyak yang mengkondisikan tubuhnya ikut lemah padahal harusnya pasien bisa melakukan aktivitas duduk.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan (Jika kondisi umum stabil), antara lain :
Hindari posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otot-otot postur tidak bekerja dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot. Cobalah denga posisi duduk atau minimal posisi tidur miring.

Berikan posisi tidur miring dengan cara (bagi insan stroke yang mengalami kelumpuhan pada sisi kiri) :

Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan pada lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang

Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kiri  lurus dan geser tulang belikat agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang.
Berikan perubahan posisi setiap 1 jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar